Senin, 12 November 2012

Pacar Mahasiswa Pemilik Video Mesum Sebut Seks Tak Salah

Kontroversi merebaknya blog berisi foto dan video seks milik sebuah pasangan mahasiswa asal Malaysia terus tumbuh di berbagai kalangan. Nama Vivian Lee dan Alvin Tan menjadi pusat pembicaraan di berbagai media.


Pacar Mahasiswa Pemilik Video Mesum Sebut Seks Tak Salah
Mahasiswa NUS Alvin Tan Jye Yee memposting foto dan video seks dengan kekasihnya ke blog. (Foto: thestarmy)


Berbicara mengenai aksinya, Lee menyebutkan, wanita Malaysia masih takut untuk membuka dengan seksualitas mereka. Bahkan, terkadang mereka menutup-nutupi fakta bahwa mereka melakukan hubungan seks. Meskipun berani mengungkap kehidupan seksnya di blog "Sumptuous Erotica", mahasiswi berusia 23 tahun itu mengaku, dia berasal dari sebuah keluarga yang sedikit konservatif tidak seperti sang kekasih Tan yang merupakan mahasiswa Jurusan Hukum National University of Singapore (NUS).

"Mereka tidak ingin dicap dan dianggap sebagai pelacur. Padahal tidak ada yang salah dengan seks. Saya memang selalu berbeda tapi keluarga saya tidak mengerti," ujar Lee, seperti dikutip dari The Malaysian Insider, Sabtu (20/10/2012).

Lee bersikeras, meskipun saat ini semua perhatian tertuju pada keluarganya, sang ibu tidak pernah menuntutnya untuk memutuskan hubungan dengan Tan seperti yang dilaporkan dalam beberapa media China. "Itu tidak benar, ibu saya tidak pernah mengatakan hal tersebut," ungkap wanita yang berdomisili di Johor Baru tersebut.

Sejak awal, blog pasangan ini hanya berupa arsip foto dan video mereka sejak 20 September-15 Oktober. Namun, foto dan video dari blog tersebut beredar luas setelah diedarkan oleh situs Gutter Uncensored.

Lulusan pemasaran utama dari Multimedia University (MMU) di Malaka itu pun merasa bingung dengan perhatian yang mereka terima berasal dari blog yang tidak jelas. Bahkan, Lee menonaktifkan profil Facebooknya setelah menerima permintaan pertemanan terlalu banyak, tetapi sekarang telah kembali aktif. Lee mengungkapkan, dia pertama kali berkenalan dengan Tan melalui chatting di Facebook. "Dia orang yang menarik, lucu, dan cerdas," tutur Lee.

Pasangan itu pun kemudian mulai memposting foto bugil mereka yang telah disensor pada profil Tan di jaringan sosial. Tetapi mereka memutuskan untuk mengambil forum yang lebih publik karena ada aturan pembatasan konten di Facebook. Menurut Lee, dia tidak merasa ragu sama sekali ketika Tan menyarankan membuka blog seks mereka. Bahkan, dalam waktu singkat blog mereka mendapatkan banyak hits yang sebagian besar berasal dari Amerika Serikat dan negara lainnya.

Dalam blog seks mereka, Lee dan Tan berbagi foto dan video seksual eksplisit yang menggambarkan pasangan di berbagai negara yang tidak berpakaian dan melakukan hubungan seks di mana semua gambar tersebut diambil di berbagai tempat di Malaysia. Gambar dalam blog tersebut bervariasi, mulai dari potret artistik pasangan hingga foto close up alat kelamin mereka. "Kami mengambil foto masing-masing," tukasnya.

Selain foto, blog tersebut juga melampirkan tiga video seks mereka. Pada salah satu video, mereka memainkan peran seorang penyusup yang masuk ke kamar kos dan memperkosa seorang gadis. "Itu ide Alvin, ia pikir itu berbeda dari semua video mesum lain. Saya tidak menganjurkan atau mempromosikan pemerkosaan, video itu tidak bermaksud serius. Fantasi pemerkosaan kami adalah hal yang konsensual. Saya tidak merasa terdegradasi karena kami hanya bertindak. Ini sama seperti aktor lain dalam drama TV. Namun, korban perkosaan harus berani melaporkan kejadian yang menimpa mereka, sehingga penyerang mereka akan menerima hukuman yang adil," pungkasnya.

Meskipun mendapat komentar negatif mengenai penampilannya, Lee mengaku nyaman dengan tubuhnya sama seperti Tan. "Saya tidak merasa tidak aman tentang diri saya. Ini adalah hal yang alamiah," ujar Lee.

Dia menyatakan, beredarnya blog mereka mungkin dapat menginspirasi masyarakat Malaysia untuk lebih terbuka dengan seksualitas mereka. "Jadilah diri sendiri," imbuhnya.

Saat ini, Lee sedang mencari pekerjaan yang sesuai dengan minatnya dalam desain dan seni. Sementara itu, juru bicara NUS menyatakan, Tan akan diselidiki oleh Dewan Kedisiplinan Universitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar